Senin, 09 Maret 2015

Pengaruh “Pacaran”di Sekolah Terhadap Belajar



v  Pembahasan Masalah
Tidak jarang terlihat siswa-siswa berjalan berpasangan saling berpegangan tangan. Mereka bilang itu adalah suatu hal yang biasa. Hal itu mereka anggap sebagai suatu hubungan cinta yang biasa disebut “pacaran”. Pada masa sekarang ini tidak hanya sisiwa-siswa SMA yang banyak melakukan pacaran bahkan yang mengenakan putih biru pun sudah mengenal dan menjalani yang namanya pacaran. sebenarnya boleh-boleh saja kita pacaran dan bergaul dengan siapapun hanya saja cara dalam berpacaran itu sendiri ditakutkan salah kaprah yang malah akan menjerumuskan kita.
Pacaran itu timbul karena ada rasa ketertarikan dengan lawan jenis atau adanya rasa cinta diantara mereka. Selain itu pacaran dapat dilakukan karena pengaruh lingkungan yang seolah-olah membebaskan kita untuk bisa berpacaran. Dan yang paling banyak dilakukan oleh anak sekolah, berpacaran  tanpa sepengetahuan orang tua. Pasalnya mereka takut tidak diizinkan karena mereka harus belajar dengan sungguh-sungguh dan belum cukup umur /menurut orang tua belum pantas.
      Tercermin dari pacaran ternyata cinta pun sudah tumbuh disekolah. Kira-kira cinta itu berpengaruh ‘nggak yach’ pada pembelajaran siswa?. Banyak orang bilang cinta pada masa kanak-kanak atau remaja itu ‘cinta monyet’ dan cinta itu bisa bikin orang lupa segalanya. Jadi bisa saja cinta itu mengganggu belajar siswa. Banyak hal yang terjadi, seseorang lalai mengerjakan tugas atau tidak bisa berkonsentrasi karena sibuk memikirkan pacarnya, sedang mengkhayal bersama pacaranya , terus saja setiap waktu mengingat Si-Dia bahkan sampai mimpi pun dibawa. Semua itu dapat mengganggu jalan pikiran atau nalar kita.
Tapi memang cinta itu suatu hal yang sulit untuk diungkapkan tetapi mudah untuk dirasakan. Dalam hal ini kita perlu bisa mengendalikan diri dan menempatkan diri. Pada era globalisasi ini cinta pada lawan jenis mulai diwujudkan melalui teknologi informasi yang semakin canggih. Cinta anak sekolah disalurkan melalui pacaran yang memiliki dampak positif serta dampak negatif, yaitu;

a)      Dampak negatif:
-          seperti yang diungkapakan dalam uraian tadi pacaran dapat mengganggu konsentrasi belajar dan jalan pikiran kita, lupa waktu, lupa mengerjakan tugas apalagi jika sedang bertengkar dengan pacarnya atau ‘marahan’, yang mengakibatkan prestasi belajar menurun,
-          karena adanya rasa yang menggebu-gebu diantara mereka, sehingga mereka berpacaran dengan berbagai perilaku seksual yang ringan seperti sentuhan, pegangan tangan sampai pada ciuman yang pada dasarnya untuk memuaskan dorongan seksual. Dan jika semua itu kebablasan sampai pada hubungan seksual yang bisa menyebabkan kehamilan diluar nikah.
-          Kehamilan diluar nikah ini akan berakibat masa remaja atau sekolahnya hancur sehingga terjadinya ketegangan mental dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah, yang mungkin seharusnya masih sekolah tiba-tiba harus menikah.

b)      Dampak positif ;
-          aktive romantic, yaitu rasa cinta yang dijalin membuat mereka semangat belajar dan selalu mendorog mereka untuk lebih berprestasi dalam belajar. 
-          memiliki teman dekat yang dapat dipercaya dan dapat diajak bicara sebagai teman curhat .
-          belajar untuk memahami atau mengerti orang lain

Begitulah dampak positif  dan dampak negatif dalam berpacaran. Apalagi Pada masa sekarang ini banyak kasus siswa berbadan dua diluar nikah akibat dari pergaulan bebas yang semata-mata hanya untuk memuaskan nafsu semata. Selain itu juga ada orang yang berbuat apa saja yang diminta pacarnya tanpa memikirkan akibatnya. Karena terlalu sering memikirkan pacarnya padahal pacarnya jarang memperhatikannya, asalnya rajin seseorang menjadi pemalas hingga prestasi belajarnya menurun drastis bahkan sudah tidak memperdulikan dirinya sendiri dan orang-orang disekelilingnya. Semua itu fenomena buruk yang terjadi disekolah yang diakibatkan oleh rasa cinta.



v  Tinjauan Teori
Bagaimanapun siswa adalah individu yang mengikuti proses belajar-mengajar disekolah. Dimana mereka sebagai individu yang sangat lincah, polos, yang diselingi humor-humor yang harmonis. Wajar saja kalau mereka terpengaruh oleh berbagai lingkungan yang dihadapinya. Karena mereka berada pada masa-masa pembentukan sifat-sifat yang terintegritas secara harmonis.
Pada permasalahan diatas banyak diceritakan mengenai cinta. Sebenarnya cinta itu apa sih?. Cinta ini sangat populer, banyak diangkat menjadi tema-tema karya seni, mengandung keindahan, romantika disamping banyak menimbulkan teragedi baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Manusia sebagai individu berdiri sendiri terlepas dari yang lainnya. Karena itulah, seringkali ia merasa kesepian, merasa cemas, merasa membutuhkan orang lain. Dari adanya situasi ini tumbuhlah rasa cintanya akan orang lain atau sesuatu hal diluar dirinya.
Prescott(1957) mengemukakan beberapa ciri rasa cinta yaitu;
-          melibatkan rasa empati, berusaha memasuki perasaan dari orang yang dicintainya
-          memperhatikan kebahagiaan dankesejahteraan dan perkembangan dari orang yang dicintainya
-          menemukan peraasaan senag
-          berusaha melakukan berbagai upaya dan turut membantuorang yang dicintaiuntuk mendapatkankebahagiaan ,kesejahteraan dan kemajuan.

Erich Fromm (1957) membedakan ada lima macam cinta, yaitu;
-          cinta sahabat atau persaudaraan adalah cinta yang paling dasar atau umum
-          cinta orang tua (cinta ibu atau ayah) kepada anak
-          cinta erotik merupakan cinta ntara jeniskelamin yang berbeda ,antara pria dengan wanita . cinta inilah yang terjadi pada masa sekolah, cinta ini disebut cinta erotik karena mengandung dorongan –dorongan erotiktau seksual
-          cinta diri sendiri,manusia adalah makhluk yang bertingdak sebagaisubjekdan juga sebagai objek,berkenaan dengan masalah cinta ,objek cintanya adalah bisa dirinya sendiri.
-          cinta Tuhan merupakan manifestasi dari hubungan manusia dengan yang gaib, yaitu yang menciptakannya

v  Kesimpulan
Dengan adanya rasa cinta sesama manusia berarti dalam hidup ini kita harus saling menyayangi, saling berbagi/memberi, saling membantu satu sama lain. karena sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri. Dengan cinta ini kita dapat membina hubungan dengan lawan jenis karena manusia diptakan berpasang-pasangan, sehingga cinta dapat memelihara keturunan. Jangan sampai cinta dijadikan sebagai suatu malapetaka bagi manusia akibat kecerobohon diri.
Untuk itu di dalam sekolah pun ,boleh saja membina hubungan dengan lawan jenis asalkan dalam berpacaran tidak bersikap ceroboh dan tidak lupa kewajiban untuk belajar.
''copyright by google''

0 komentar:

Posting Komentar